Pengertian Pupuk


Pupuk adalah suatu bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara  bagi tanaman. Bahan tersebut berupa mineral atau organik, dihasilkan oleh kegiatan alam atau diolah oleh manusia di pabrik. Unsur hara yang diperlukan oleh tanaman adalah: C, H, O (ketersediaan di alam masih melimpah), N, P, K, Ca, Mg, S (hara makro, kadar dalam tanaman > 100 ppm), Fe, Mn, Cu, Zn, Cl, Mo, B (hara mikro, kadar dalam tanaman < 100 ppm).

Pupuk diberikan agar tanaman (tumbuhan yang diusahakan manusia) dapat  tumbuh, berkembang dan menghasilkan sesuai yang diharapkan. Manusia selalu menuntut lebih terhadap kemampuan tanaman. Rekayasa genetik dan lingkungan di lakukan agar tanaman memberikan kinerja yang lebih baik.  Dengan bantuan hasil tanaman tersebut, unsur yang semula berada dalam tanah masuk ke dalam tubuh manusia.

Tumbuhan tidak memerlukan pupuk. Karena tumbuhan mampu mengambil unsur hara yang tersedia di lingkungan hidupnya. Pada lahan yang tidak terusik manusia, kesuburan tanah selalu meningkat, karena terjadi pelonggokan materi dan energi di tempat tersebut. Mineral dari jeluk yang lebih dalam diangkut ke daun dan digugurkan ke permukaan tanah. Gas-gas di udara terutama CO2 dijerat dan digunakan sebagai penyusun tubuh tumbuhan.  Tumbuhan selalu hidup bersama dengan lelembut (mikrobia). Serasah tumbuhan menjadi makanan dan sumber energi bagi lelembut tersebut untuk terus bekerja. Hasil perombakan digunakan kembali oleh tumbuhan. Interaksi mineral dan bahan organik yang terus menerus itu, akan diikuti ketersedian hara dan lengas yang makin besar,  sehingga memberikan lingkungan yang terbaik bagi tumbuhan.

Semakin berkurang usikan manusia terhadap suatu lahan, maka lahan tersebut akan bertambah subur. Sebaliknya, semakin banyak usikan semakin banyak pula masukan yang harus diberikan agar lahan tetap subur. Semakin intensif lahan dikelola, semakin banyak pula pupuk yang diperlukan.

Bahan pupuk selain mengandung  hara tanaman umumnya mengandung bahan lain, yaitu:

  1. Zat pembawa atau karier (carrier). Double superfosfat (DS): zat pembawanya adalah CaSO4 dan hara tanamannya fosfor (P).
  2. Senyawa-senyawa lain berupa kotoran (impurities) atau campuran bahan lain dalam jumlah relatif sedikit. Misalnya ZA (zwavelzuure amoniak) sering mengandung kotoran sekitar 3% berupa khlor, asam bebas (H2SO4) dan sebagainya.
  3. Bahan mantel (coated) ialah bahan yang melapisi pupuk dengan maksud agar pupuk mempunyai nilai lebih baik misalnya kelarutannya berkurang, nilai higroskopisnya menjadi lebih rendah dan mungkin agar lebih menarik. Bahan yang digunakan untuk selaput berupa aspal, lilin, malam, wax dan sebagainya. Pupuk yang bermantel harganya lebih mahal dibandingkan tanpa mantel.
  4. Filler (pengisi). Pupuk majemuk atau pupuk campur yang kadarnya tinggi sering diberi filler agar ratio fertilizer nya dapat tepat sesuai dengan yang diinginkan, juga dengan maksud agar mudah disebar lebih merata

Dalam praktek perlu diketahui istilah-istilah khusus yang sering digunakan dalam pupuk antara lain ialah:

  1. Mutu pupuk atau grade fertilizer artinya angka yang menunjukkan kadar hara tanaman utama (N,P, dan K) yang dikandung oleh pupuk yang dinyatakan dalam prosen N total, P2O5 dan K2O. Misalnya pupuk Rustika Yellow 15-10-12 berarti kadar N 15%, P2O5 10% dan K2O 12%.
  2. Perbandingan pupuk atau ratio fertilizer ialah perbandingan unsur N,P dan K yang dinyatakan dalam N total, P2O5 dan K2O merupakan penyederhanaan dari grade ferilizer. Misalnya grade fertilizer 16-12-20 berarti ratio fertilizernya 4:3:5.
  3. Mixed ferilizer atau pupuk campuk ialah pupuk yang berasal dari berbagai pupuk yang kemudian dicampur oleh pemakainya. Misalnya pupuk Urea, TSP dan KCl dicampur  menjadi satu dengan perbandingan tertentu sesuai dengan mutu yang diinginkan. Hal ini berbeda dengan pupuk majemuk yaitu pupuk yang mempunyai dua atau lebih hara tanaman dibuat langsung dari pabriknya.

__________

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:   http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php

1pu·puk n

penyubur tanaman yg ditambahkan ke tanah untuk menyediakan senyawaan unsur yg diperlukan oleh tanaman;

alam pupuk yg tidak melalui proses kimia (spt tahi binatang, daun-daunan);
bawang ki tidak termasuk dl hitungan (tidak diperhitungkan): semua kesalahan yg dilakukan itu mungkin krn ia masih terhitung — bawang;
buatan pupuk yg merupakan hasil proses kimia, biasanya dibuat di pabrik pupuk;
garam pupuk buatan;
hijau pupuk dr daun-daunan (spt daun orok-orok);
kandang pupuk yg berasal dr kotoran hewan;
organik zat hara tanaman yg berasal dr bahan organik;
pabrik pupuk buatan;

me·mu·puk v
1
menyuburkan tanah (tanaman) dng pupuk; membaja; merabuk: petani di sana sudah biasa ~ tanahnya dng pupuk Za;
2
ki menggemukkan (badan, binatang, dsb): petani ~ ternaknya dng berbagai cara;

di·pu·puk v
1
disuburkan dng pupuk;
2
digemukkan;
ayam kebiri meskipun tidak ~ , gemuk juga, ki
menjadikan subur (maju, berkembang, dsb);

ter·pu·puk v
1
sudah dipupuk;
2
terpelihara;
3
terbina;

pe·mu·puk n orang yg memupuk;

pe·mu·puk·an n proses, perbuatan, cara, memupuk: ~ yg dilakukannya secara modern itu telah membawa hasil yg sangat memuaskan

2pu·puk n obat dr tumbuh-tumbuhan (daun-daunan dsb) yg digiling lumat-lumat, dilekatkan di dahi sebelah atas, dekat pd ubun-ubun;

masih berbau — jeringau, pb masih muda sekali (belum berpengalaman);
me·mu·puk
v melekatkan pupuk

__________

su·bur a

1 dapat tumbuh dng baik (lekas besar); tidak merana (tt tumbuhan): tanam-tanaman di lereng gunung itu tampak –;
2
baik dan sehat (tt badan): meskipun makan banyak, badannya tidak dapat –;
3
gemuk (tt tanah, yaitu banyak mengandung zat yg baik untuk tumbuhan): tanah di lereng gunung berapi biasanya –;
4
hidup dng baik (berkembang biak, bertambah maju, besar, kuat, dsb): perseroan ekspor- impor sangat — , benar-benar mengalami zaman keemasan;
5
cak senang hidupnya (mudah mencari rezeki dsb): siapa yg sabar, tentu –;


me·nyu·bur·kan v menjadikan subur (dl berbagai arti, spt memupuk, mengemukakan): - tanah; – tanaman; – gerakan koperasi; – rasa persatuan;


pe·nyu·bur n yg dapat menyuburkan;

pe·nyu·bur·an n proses, cara, perbuatan menyuburkan;

ke·su·bur·an n
1
hal (keadaan) subur;
2
Dok kemampuan menghasilkan keturunan

__________

1ta·nah n

1 permukaan bumi atau lapisan bumi yg di atas sekali: hujan membasahi –; 2 keadaan bumi di suatu tempat: – nya gersang, tidak dapat ditanami; 3 permukaan bumi yg diberi batas: pemerintah menyediakan — seluas tiga hektar untuk permukiman para transmigran; 4 daratan: penerjun payung itu tewas setelah jatuh terempas di –; 5 permukaan bumi yg terbatas yg ditempati suatu bangsa yg diperintah suatu negara atau menjadi daerah negara; negeri; negara; – Eropa; — Melayu; – Toraja; 6 bahan-bahan dr bumi; bumi sbg bahan sesuatu (pasir, napal, cadas, dsb): bata dan genting dibuat dr –; 7 dasar (warna, cat, dsb): kain itu — nya putih, coraknya cokelat dan hitam;
lembah kandungan air, kayu bengkok titian kera, pb kejahatan tidak terjadi kalau tidak disebabkan oleh keadaan lain; di mana — dipijak, di situ langit dijunjung, pb hendaklah mengikuti adat negeri yg didiami; mendapati — terbalik, pb mendapati mayat sudah terkubur; dp hidup bercermin bangkai lebih baik mati berkalang — , pb dp menanggung malu lebih baik mati; spt Belanda minta — , diberi kuku hendak menggarut, pb apabila seseorang diberi sedikit, ia mengajukan lebih banyak lagi; gerakan di bawah — , ki gerakan gelap (rahasia);
adat tanah milik yg diatur menurut hukum adat; – air negeri tempat kelahiran; – asam tanah yg memiliki kadar ke- asaman tinggi; – basah beku tanah yg suhunya 0oC atau di bawah 0oC dan mengandung es dan uap air, tetapi tidak mengandung air cair; – bencah tanah yg berpaya-paya; tanah yg becek; – bendang bengkok 1 tanah yg diterima (untuk diusahakan) sbg pengganti gaji (bagi pamong desa dsb); 2 tanah yg diterima (untuk diusahakan) dl kaitan dng jabatan yg dipegang; tanah jabatan; – bera tanah yg dibiarkan tidak ditanami agar kembali kesuburannya; – beroya pasir yg hanyut; – berumput tanah yg tertutup oleh rumput tinggi yg tetap, tidak terlindung, tidak terhalang, dan terbuka thd cuaca; – bijana tanah kelahiran; – darat tanah yg bukan persawahan (rawa-rawa, pertambakan, dsb); – datar tanah yg rata; dataran rendah; – dati 1 tanah milik kelompok kekerabatan di daerah yg penduduknya beragama Islam (dl adat Ambon); 2 tanah yg dimiliki dan dikuasai oleh klen atau subklen; – daun tanah yg terjadi dr daun-daun yg sudah lama terpendam; humus; – dingin cak negeri yg berhawa dingin (Eropa); – garapan tanah negara (perkebunan dsb) yg digarap oleh penduduk untuk ditanami padi dsb; – gembur tanah yg subur dan berderai-derai, lunak, dan lembik (tidak padat), terdiri atas campuran pasir, tanah liat, dan bahan organik lain; – genting Geo gersang tanah kering yg tidak subur; – goyang gempa bumi; – gundul tanah yg sama sekali tidak ada pohon-pohonan di atasnya; – guntai tanah yg pemiliknya bukan penduduk daerah bersangkutan; absente; – hidup tanah yg diusahakan (ditanami dsb); – kampung 12 tanah yg bukan untuk persawahan (perladangan, perkebunan, dsb); – kerajaan 1 tanah milik raja; 2 tanah milik negara; – kering tanah perladangan (tegalan dsb); – kosong tanah (pekarangan) yg tidak didiami atau diusahakan; – kritis Geo tanah yg mengalami erosi secara parah dan menuju ke ketandusan; – kuburan kuripan tanah milik perseorangan; – kurus tanah yg kurang subur; – labu tanah daun; – laku humus; – lapang tanah yg luas dan hanya ditumbuhi rumput; – larangan tanah yg tidak boleh digarap atau dikerjakan oleh masyarakat krn digunakan sbg kuburan, cagar alam, dsb; – ledok 1 dataran rendah; 2 tanah yg dalam dan bulat bentuknya; – leluhur negeri asal pendatang; negeri nenek moyang; – lembut tanah gembur dan halus, tanpa ada kemungkinan untuk menjadi keras; – liat longsor tanah yg gugur dan meluncur dng cepat ke bawah; – mampat tanah padat (tidak gembur); – marginalTan tanah yg hasilnya dapat mencukupi atau menutup biaya yg dikeluarkan oleh penggarap; – matang tanah yg telah mengalami penyelesaian untuk urusan permohonan hak pemilikan, surat balik nama, dsb; tanah yg sudah siap dipakai untuk mendirikan bangunan, dsb; – mati 1 tanah yg tidak diusahakan lagi; 2 tanah kuburan; – meminta sampai ajal; – mentah tanah milik negara yg bebas; – milik tanah yg menjadi hak milik seseorang (bukan tanah negara); – mulus tanah yg hitam dan kaya humus; – negara tanah milik negara; – negeri Huk tanah yg dimiliki dan dikuasai oleh masyarakat hukum adat; – nominal tanah milik desa diusahakan bersama oleh penduduk desa; – pamah tanah yg rata (datar); – pertikelir tanah yg pemiliknya mempunyai hak pertuanan; tanah milik tuan tanah; – perawan tanah yg belum pernah digarap; – perponding tanah milik yg turun-temurun bagi orang Indonesia; – persil tanah sewa (lamanya 75 tahun); – pusaka tanah yg menjadi milik turun-temurun dr nenek moyang; – raya benua; – regosol tanah yg berasal dr endapan batuan gunung berapi; – seberang 1 daerah di luar Pulau Jawa; 2 daerah Malaka (dilihat dr Sumatra); 3 luar negeri; – semenanjung jazirah; – siaranKom keadaan yg ternyata cocok antara pengirim dan penerima dl bentuk tanda atau kode secara elektris; – suci daerah atau negara yg dianggap suci oleh para penganut agama (spt Mekah dan Medinah bagi umat Islam atau Palestina bagi umat Kristen); – suku tanah yg menjadi milik segenap kaum (suku); – talau Huk tanah yg berasal dr warisan (di Minahasa); – tegalan tanah yg luas dan rata yg ditanami palawija dsb dng tidak menggunakan sistem irigrasi, tetapi bergantung pd hujan; ladang; huma; – tegar tanah keras dan kering; – tersirah tanah tersirat; – tersirat kubur; makam; – tinggal tanah yg ditanami dan didiami; – titisan tanah yg hasilnya untuk kas desa; – tumpah darah ulayah tanah hutan yg sudah menjadi milik orang, tetapi belum diusahakan; – uruk tanah untuk menguruk atau menimbun lubang (pd tanah rendah, sawah, dsb) supaya rata; – usaha tanah milik swasta atau tanah pemerintah yg diusahakan orang; – wakaf tanah yg dihibahkan untuk sesuatu yg berguna bagi umum (masjid, madrasah, rumah sakit, dsb); – waris(an) yasan tanah milik perorangan menurut hukum adat;
ber·ta·nah v 1 mempunyai tanah; ada tanahnya; 2 berurat berakar;
me·nge·ta·nah·kan v 1 membawa (menurunkan) ke tanah; 23 ki menurunkan derajat (kehormatan dsb): hamba bersumpah tidak akan ~ nama kaum kesatria;
per·ta·nah·an n hal-hal yg berhubungan dng kepemilikan tanah milik
tanah persawahan (rawa dsb); — tanah untuk sawah; tanah persawahan; — tanah sempit yg menghubungkan dua bagian daratan yg lebih luas; — pekarangan; tanah milik desa (negara dsb) yg khusus disediakan untuk kuburan; — tanah yg lekat; lempung; — tanah tempat kelahiran; kampung halaman; — tanah pusaka peninggalan yg peruntukannya sudah ditentukan bagi tiap-tiap waris; — mengebumikan (menguburkan);

_________

un·sur n

1 bagian terkecil dr suatu benda; bagian benda yg tidak dapat dibagi-bagi lagi dng proses kimia; bahan asal; zat asal; elemen: mengandung — kimia tertentu; tekanan dapat kita anggap pula sbg salah satu — bahasa;
2
kelompok kecil (dr kelompok yg lebih besar): membersihkan — ekstrem kiri dl pemerintahan;
gramatikal Ling unsur bentuk yg dapat dipisahkan yg mempunyai fungsi tertentu;
ikonis Ling unsur bahasa yg langsung berkaitan dng perbuatan, benda, atau hal yg digambarkannya, spt kokok dng suara ayam, gemeretuk dng suara gigi, fonem /i/ dng sesuatu yg kecil, dsb;
kebudayaan bagian suatu kebudayaan yg dapat digunakan sbg satuan analisis tertentu;
leksikal Ling satuan dr kosakata bahasa spt kata atau frasa yg didaftarkan dl kamus;
meteorologi variabel atau gejala yg menyatakan keadaan cuaca di suatu tempat pd suatu waktu, antara lain, suhu, tekanan, angin, kelembapan, dan hujan;
peyoratif Ling unsur bahasa yg memberikan makna menghina, merendahkan, dsb;
pinjaman bunyi, fonem, unsur gramatikal, atau unsur leksikal yg diambil dr bahasa lain;
utama kata atau frasa yg dimodifikasikan oleh aposisi, msl adikku dl adikku Hasan;
ber·un·sur
v mempunyai unsur; bersifat: cerita itu ~ agama Hindu

__________

ta·nam v, ber·ta·nam v

melakukan pekerjaan tanam-menanam: petani daerah ini umumnya ~ ubi kayu;
~ tebu di bibir, pb mengeluarkan kata-kata manis (untuk membujuk dsb); ~ biji hampa, pb sia-sia; tidak dipedulikan;
~ berurutan penanaman tanaman segera setelah tanaman terdahulu dipanen pd sebidang tanah yg sama; ~ budi berbuat baik (jasa); ~ campuran penanaman dua jenis tanaman atau lebih secara bersamaan pd sebidang tanah tertentu tanpa aturan deretan tertentu; ~ kasih ki
me·na·nam v 1 menaruh (bibit, benih, setek, dsb) di dl tanah supaya tumbuh: ~ pohon buah-buahan; 2 menaruh di dl tanah yg dilubangi, lalu ditimbuni dng tanah; memendam; menguburkan (mayat, bangkai): ia harta bendanya di kolong tempat tidur; ia ~ bangkai kucing di pekarangan; 3 menaburkan (paham, ajaran, dsb); memasukkan, membangkitkan, atau memelihara (perasaan, cinta kasih, semangat, dsb): perguruan Taman Siswa ~ semangat kebangsaan pd para siswa;4 menyertakan (modal, uang, dsb) ke dl perusahaan dsb: banyak pengusaha asing ingin ~ modal di Indonesia; 5 menegakkan (kekuasaan); menempatkan (pengaruh, kepentingan, dsb): ia hendak ~ pengaruhnya kpd orang itu melalui orang lain; 6 mempertumbuhkan atau membiakkan (benih penyakit dsb): dokter hewan ~ benih penyakit cacar pd tubuh kuda; 7 mengandung (niat dsb): ia ~ niat untuk berontak; 8 mengangkat atau menempatkan (wakil, tenaga, agen, dsb): gerakan separatis itu ~ agen-agennya di seluruh negara;
~ modal menanamkan uang atau barang yg digunakan sbg pokok usaha atau niaga; menanam uang; ~ mumbang mengharapkan sesuatu yg mustahil; melakukan sesuatu yg sia-sia; ~ uang 1 menggunakan uang sbg pokok usaha niaga dsb; menanam modal; 2 menyimpan uang di bank untuk diambil bunganya;
di·ta·nam v ditaruh di tanah; dimasukkan dl tanah; dipendam;
bagaimana ~ begitulah dituai, pb tiap-tiap orang berbuat jahat, jahat pula balasannya, demikian pula kebalikannya;
ta·nam-me·na·nam n hal (pekerjaan) menanam tumbuh-tumbuhan: ~ adalah pekerjaan orang tani;
me·na·nami v menanam di …: para petani ~ ladangnya dng palawija;
me·na·nam·kan v menanam sesuatu di …: dia ~ beberapa biji salak di kebun belakang rumahnya;
ter·ta·nam v 1 sudah ditanam(kan); 2 terpendam; termasukkan dsb: benda kuno itu ~ 5 m di bawah tanah;
menaruh kasih (sayang);

_________

ta·nam·an n

1 tumbuhan yg biasa ditanam orang: ~ sayuran, buah-buahan, dsb; 2di rumah kuno itu telah ditemukan ~ harta karun;
~ dua musim tanaman yg memerlukan dua musim untuk melengkapi daur hidupnya; ~ inang tanaman tambahan yg ditanam di sela-sela tanaman utama, berfungsi untuk mengalihkan perhatian hama dr tanaman utama; ~ industri tanaman perkebunan yg dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, spt kelompok penghasil lemak (msl kelapa, kelapa sawit), kelompok penghasil bahan penyegar (msl kopi, teh, cokelat), kelompok penghasil rempah-rempah (msl lada, pala, kayu manis), dan kelompok penghasil serat (msl kapas, rami); ~ keras pangan tanaman yg menjadi bahan makanan: ~ papan tanaman yg menghasilkan bahan untuk bangunan, termasuk perabot rumah tangga (msl pohon jati, meranti, kayu kamper, kayu besi); ~ sela tanaman di antara tanaman tahunan yg ditata secara teratur dl bentuk barisan lurus; ~ tumpang sari tanaman yg ditanam pd waktu yg sama di sela-sela tanaman pokok;
ta·nam-ta·nam·an v bermacam-macam tanaman;
per·ta·nam·an n 1 hal bertanam; 2 tempat menanam tumbuh-tumbuhan;
pe·na·nam n orang yg menanam;
~ dana orang atau masyarakat yg menyimpan dana atau uang di bank; ~ modal orang yg menanam modal atau investasi dl suatu perusahaan dng maksud memperoleh keuntungan; investasi; ~ uang penanam modal;
pe·na·nam·an n proses, cara, perbuatan menanam, menanami, atau menanamkan: ~ kelapa hibrida; ~ modal asing;
~ baru kegiatan menanami kembali tanah yg kosong dng tanaman baru; ~ kembali kegiatan menanami kembali kebun lama yg sudah rusak dan tidak produktif lagi; ~ modal penyertaan modal dl badan usaha dng cara membeli saham atau obligasi dr badan usaha tsb; ~ modal asing modal dalam negeri
hasil menanam; yg ditanam; pendaman: tanaman usaha perkebunan dan mempunyai masa manfaat 20 tahun atau lebih, msl kelapa sawit, karet, dan cokelat; ~ investasi yg dibiayai oleh modal asing; ~ investasi yg dibiayai oleh modal dalam negeri

 


About these ads

3 thoughts on “Pengertian Pupuk

  1. Pingback: AGROINFORMATIKA | primafp

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s