SNI – standar nasional indonesia


“Standard for sustainable development and better life”

Standarisasi yang dilakukan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) memberikan berbagai keuntungan ekonomi bagi Indonesia, khususnya industri dalam negeri. “Berdasarkan kajian Litbang BSN, standarisasi telah memberikan keuntungan ekonomi terhadap industri air minum dalam kemasan sebesar Rp 3,4 triliun, lalu terhadap industri garam beryodium Rp 547 milyar, industri minyak sawit Rp 18,6 triliun, dan industri pupuk Rp 1,4 triliun,” kata Kepala BSN, Bambang Setiadi, dalam keterangan tertulis BSN yang diterima di Jakarta, Selasa (15/2/2011). Menurut dia, Standar Nasional Indonesia (SNI) juga telah berperan dalam menghasilkan beragam produk bermutu karena menguatkan daya saing nasional. Dengan penerapan standar, masih menurut dia, maka produk dan jasa yang dihasilkan suatu negara akan menjadi bagus sehingga juga mampu meningkatkan daya saing negara tersebut. “Standar adalah sarana utama suatu bangsa menghargai mutu,” katanya.

Standar Nasional Indonesia (disingkat SNI) adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh BSN.

Agar SNI memperoleh keberterimaan yang luas antara para stakeholder, maka SNI dirumuskan dengan memenuhi WTO Code of good practice, yaitu:

  1. Openess (keterbukaan): Terbuka bagi agar semua stakeholder yang berkepentingan dapat berpartisipasi dalam pengembangan SNI;
  2. Transparency (transparansi): Transparan agar semua stakeholder yang berkepentingan dapat mengikuti perkembangan SNI mulai dari tahap pemrograman dan perumusan sampai ke tahap penetapannya . Dan dapat dengan mudah memperoleh semua informsi yang berkaitan dengan pengembangan SNI;
  3. Consensus and impartiality (konsensus dan tidak memihak): Tidak memihak dan konsensus agar semua stakeholder dapat menyalurkan kepentingannya dan diperlakukan secara adil;
  4. Effectiveness and relevance: Efektif dan relevan agar dapat memfasilitasi perdagangan karena memperhatikan kebutuhan pasar dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  5. Coherence: Koheren dengan pengembangan standar internasional agar perkembangan pasar negara kita tidak terisolasi dari perkembangan pasar global dan memperlancar perdagangan internasional; dan
  6. Development dimension (berdimensi pembangunan): Berdimensi pembangunan agar memperhatikan kepentingan publik dan kepentingan nasional dalam meningkatkan daya saing perekonomian nasional.

Mau melihat lebih detil berbagai SNI, daftar dan unduh pada situs berikut: http://sisni.bsn.go.id

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s