Gejala visual tanaman


Pengambilan hara yang kurang mencukupi dalam tubuh tanaman mengakibatkan munculnya gejala kekahatan.

Prinsip yang harus dipegang dalam mengenali gejala visual adalah:

  1. fungsi dasar unsur hara,
  2. dinamika atau mobilitas hara dalam tubuh tanman, dan
  3. interaksi hara.

Gejala visual berkaitan dengan fungsi hara, misalnya hara N diperlukan dalam pembentukan klorofil, maka kekurangan N akan diikuti klorosis daun. Letak munculnya gejala berkaitan dengan sifat mobilitas hara dalam jaringan tanaman, misalnya unsur N dengan cepat dapat dipindahkan dari daun yang tua ke titik tumbuh, sehigga dedaunan yang baru berwarna hijau, sedangkan klorosis muncul pertama kali pada daun yang lebih rendah pada pohon atau yang lebih tua.

Unsur Ca berfungsi sebagai penyusun lamella tengah (Ca-pektat), jika tanaman kekahatan Ca maka pertumbuhan terhambat, kerusakan terlihat pada titik tumbuh karena pembelahan sel terhenti.

KUNCI DETERMINASI KEKAHATAN HARA

Gejala Unsur
A. Gejala utama berupa klorosis daun  
A1. Seluruh lembar daun  
A1a. pada bagian bawah tanaman, diikuti nekrosis dan lepas NITROGEN
A1b. seluruh bagian tanaman SULFUR
   
A2. Daging diantara tulang daun  
A2a. daun tua atau dewasa baru MAGNESIUM
A2b. daun muda  
A2b1. tak ada gejala lain BESI
A2b2. terdapat bintik kelabu pada daerah klorosis MANGAN
A2b3. ujung daun tetap hijau, klorosis pada urat daun, tepi daun mengalami nekrosis dengan cepat TEMBAGA
A2b4. daun muda sangat kecil, tanpa lembar daun,  ruas menjadi pendek (roset) SENG
   
B. Klorosis bukan gejala utama  
B1. Gejala muncul pada bagian bawah tanaman  
B1a. Seluruh daun hijau tua, diikuti pertumbuhan kerdil, muncul pigmen ungu terutama pada daun tua FOSFOR
B1b. Tepi daun tua mengalami klorosis dan terbakar, atau bintik klorosis berkembang cepat menjadi nekrosis tersebar pada lembar daun tua KALIUM
   
B2. Gejala muncul pada bagian atas tanaman  
B2a. Tunas muda mati, pertumbuhan berkembang menyamping; daun muda menjadi tebaI, berkulit dan klorosis; terjadi retakan dan lubang pada cabang baru atau tangkai bunga BORON
B2b. Tepi daun tidak terbentuk, daun memanjang; titik tumbuh terhenti; jaringan muda berwarna hijau terang atau mengalami klorosis yang tidak merata; pertumbuhan akar buruk pendek dan tebal KALSIUM

Beberapa faktor penting yang juga perlu diperhatikan adalah: intensitas gejala (kekahatan ringan tidak menampakkan gejala), umur tanaman, varitas tanaman, musim, kekahatan beberapa hara secara bersamaan, keracunan, populasi dan kesehatan tanaman.

Kelemahan gejala kekahatan hara:

  1. Gejala visual yang serupa dapat disebabkan oleh lebih dari satu hara, misalnya gejala klorosis antar tulang daun pada daun yang muda merupakan watak kekahatan Fe atau Mn.
  2. Gejala visual serupa dapat pula disebabkan serangga, penyakit, herbisida atau faktor lainnya, misalnya gejala kekahatan B dan bekas dimakan belalang pada legum hampir sama kenampakannya.
  3. Kekahatan hara pada tanaman mungkin bukan karena kekurangan hara dalam tanah, tetapi dapat disebabkan keadaan pH, kelebihan hara lain, atau adanya faktor penghambat pertumbuhan akar.
  4. Pada saat menunjukkan gejala visual kekahatan hara, kehilangan hasil secara murad telah terjadi.

2 thoughts on “Gejala visual tanaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s