Kategori pupuk


Pupuk dapat dibedakan berdasarkan bahan asal, senyawa, fasa, cara penggunaan, reaksi fisiologi, jumlah dan macam hara yang dikandungnya.

Berdasarkan asalnya dibedakan:

  1. Pupuk alam ialah pupuk yang terdapat di alam atau dibuat dengan bahan alam tanpa proses yang berarti. Misalnya: pupuk kompos, pupuk kandang, guano, pupuk hijau dan pupuk batuan P.
  2. Pupuk buatan ialah pupuk yang dibuat oleh pabrik. Misalnya: TSP, urea, rustika dan  nitrophoska. Pupuk ini dibuat oleh pabrik dengan mengubah sumber daya alam melalui proses fisika dan/atau kimia.

 

Berdasarkan senyawanya dibedakan:

  1. Pupuk organik ialah pupuk yang berupa senyawa organik. Kebanyakan pupuk alam tergolong pupuk organik: pupuk kandang, kompos, guano. Pupuk alam yang tidak termasuk pupuk organik misalnya rock phosphat, umumnya berasal dari batuan sejenis apatit [Ca3(PO4)2].
  2. Pupuk anorganik atau mineral merupakan pupuk dari senyawa anorganik. Hampir semua pupuk buatan tergolong pupuk anorganik.

 

Berdasarkan fasa-nya dibedakan:

  1. Padat. Pupuk padat umumnya mempunyai kelarutan yang beragam mulai yang mudah larut air sampai yang sukar larut.
  2. Pupuk cair. Pupuk ini berupa cairan, cara penggunaannya dilarutkan dulu dengan air, Umumnya pupuk ini disemprotkan ke daun. Karena mengandung banyak hara, baik makro maupun mikro, harganya relatif mahal.. Pupuk amoniak cair merupakan pupuk cair yang kadar N nya sangat tinggi sekitar 83%, penggunaannya dapat lewat tanah (injeksikan).

 

Berdasarkan cara penggunaannya dibedakan:

  1. Pupuk daun ialah pupuk yang cara pemupukan dilarutkan dalam air dan disemprotkan pada permukaan daun.
  2. Pupuk akar atau pupuk tanah ialah pupuk yang diberikan ke dalam tanah disekitar akar agar diserap oleh akar tanaman.

 

Berdasarkan reaksi fisiologisnya dibedakan:

  1. Pupuk yang mempunyai reaksi fisiologis masam artinya bila pupuk tersebut diberikan ke dalam tanah ada kecenderungan tanah menjadi lebih masam (pH menjadi lebih rendah). Misalnya:  Za dan Urea.
  2. Pupuk yang mempunyai reaksi fisiologis basis ialah pupuk yang bila diberikan ke dalam tanah menyebabkan pH tanah cenderung naik misalnya: pupuk chili salpeter, calnitro, kalsium sianida.

 

Berdasarkan jumlah hara yang dikandungnya dibedakan:

  1. Pupuk yang hanya mengandung satu hara tanaman saja. Misalnya: urea hanya mengandung hara N, TSP hanya dipentingkan P saja (sebetulnya juga mengandung Ca).
  2. Pupuk majemuk ialah pupuk yang mengandung dua atau lebih dua hara tanaman. Contoh:  NPK, amophoska, nitrophoska dan rustika.

 

Berdasarkan macam hara tanaman dibedakan:

  1. Pupuk makro ialah pupuk yang mengandung hanya hara makro saja: NPK, nitrophoska, gandasil.
  2. Pupuk mikro ialah pupuk yang hanya mengandung  hara mikro saja misalnya: mikrovet, mikroplek, metalik.
  3. Campuran makro dan mikro misalnya pupuk gandasil, bayfolan, rustika. Sering juga ke dalam pupuk campur makro dan mikro ditambahkan juga zat pengatur tumbuh (hormon tumbuh).

11 thoughts on “Kategori pupuk

  1. Mau tanya, untuk pupuk akar / pupuk tanah, apakah bisa menggemburkan tanah lempung / tanah liat? Dari informasi diatas sayangnya tidak disinggung tentang kondisi si tanah sendiri sebelum diberi pupuk. Mohon penjelasannya.
    Terima kasih.

  2. saya memberikan limbah tahu sebagai pupuk cair untuk tanaman cabe. Saya memakai tanah lempung untuk menumbuhkan cabe tsb. Hasilnya si cabe mengalami kematian pada usia 25 hari. Namun, tanah lempung yang tidak saya beri limbah masih tetap tumbuh dan tdk mati, walaupun pertumbuhannya lambat. kira2 apa penyebab matinya tanaman cabe yg sy beri limbah? Apakah karena limbah tahu saya terlalu bnyk unsur N melebihi kebutuhan si cabe ataukah karena tanah lempungnya? Mohon balasan. karena ini untuk penelitian saya. Terima kasih

  3. Prakiraan saya sementara adalah karena lempung berporositas tinggi , maka ketika diberi pupuk cair maka si lempung menyerap cairan tersebut hingga jenuh. Namun, karena permeabilitasnya yg rendah menyebabkan lempung tersebut tidak dapat mentransfer udara hingga bakteri i tidak dapatmelakukan nitrifikasi dengan sempurna. Bnrkah prakiraan saya ini,? terima kasih sebelumnya…

    • Lempung justru memiliki porositas yang rendah, pori yang ada didominasi pori mikro … pemberian limbah tahu (kaya koloid organik) dapat saja menyumbat pori yang ada (clogging) sehingga aerasi menjadi terganggu. Limbah tahu mentah (berapa C/N rationya ?) jika diberikan ke dalam tanah akan diikuti perombakan oleh mikrobia tanah yang mengambil N tersedia dalam tanah, terjadi persaingan dengan tanaman sehingga kesannya tanaman layu dan mati.

      • Permisi, ingin bertanya lagi:
        1. saya juga mencoba limbah tahu pada tanaman kangkung dan melon. Kedua tanaman tersebut tumbuh dengan baik, jadi saya heran kenapa hanya cabe yg mati. Jika hanya cabe yang mati, apakah hal ini disebabkan kebutuhan N cabe yg besar hingga mikrobia tanah harus berebutan dengan tumbuhan dalam mengambil N tersedia dalam tanah? (sekedar info, dalam lahan kering, cabe butuh 151
        kg N/ha, 69 kg P2O5/ha, 120 kg K2O/ha)
        2. setahu saya kompos punya rasio c/n, tapi apakah limbah cair tahu ada rasio c/n? (sekedar info, limbah tahu saya mengandung 164,9 ppm, 15,66 ppm, dan 625 ppm)
        Maturnuwun sanget karena telah berbagi ilmu. semoga Tuhan membalas..

  4. maaf, maksud saya limbah tahu saya mengandung N sebanyak 164,9 ppm , P sebanyak 15,66 ppm, dan K sebanyak 625 ppm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s