Pengambilan contoh tanah dan tanaman


Dalam analisis tanah pengambilan contoh tanah merupakan hal penting. Contoh tanah yang diambil harus mewakili suatu areal tertentu. Contoh tanah yang dianalisis untuk suatu jenis hara hanya memerlukan beberapa gram saja. Oleh karena itu kesalahan dalam pengambilan contoh tanah tanah menyebabkan kesalahan dalam evaluasi dan interpretasi. Pengambilan contoh tanah untuk mengetahui status hara (kesuburan tanah) digunakan sistem com­posite sample yaitu percampuran contoh (susunan contoh) yang diambil dari areal yang dikehendaki. Contoh itu mewakili areal yang relatif agak seragam dalam hal jenis tanah, tofografi, kemiringan dan bahan induk.

Pengambilan contoh tanah umumnya dengan berjalan sambil mengambil contoh tanah dengan mengiris tipis sedalam sekitar 25 cm (daerah perakaran). Suatu areal diambil sebanyak 10 – sampai 20 contoh (umumnya diambil dengan jumlah ganjil) mis­alnya sebanyak 15 lokasi. Tanah dari 15 lokasi  tersebut dikumpulkan dan dicampur sehomogen mungkin. Dari campuran tanah yang dianggap homogen tersebut diambil contoh untuk dianalisis. Sebagian tanah yang berasal dari campuran inilah yang digunakan untuk analisis.

Seperti halnya dalam analisis tanah, pengambilan contoh dalam analisis jaringan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap hasilnya. Penyebaran hara dalam tanaman tidak merata artinya suatu unsur kadar pada daun tidak sama dengan kadar unsur tersebut dalam tangkai daun atau pada kayu. Seperti pengambilan contoh tanah pengambilan contoh tanaman untuk dianalisis perlu menda­pat perhatian. Dari berbagai pustaka disebutkan setiap hara tanaman memerlukan suatu organ tanaman tertentu yang cocok untuk contoh

Kesukaran timbul bila banyak macam hara dan banyak macam tanaman yang perlu dianalisis. Misalnya analisis yang diperlu­kan N, P, K, Ca, Mg, Fe, Cu, Mn untuk tanaman kopi, jagung, kedelai, karet dan seterusnya sehingga memerlukan kecermatan dan kesabaran dalam mengambil contoh tanaman.

Pada dasarnya pemilihan contoh tanaman adalah:

  1. Pertumbuhan organ tersebut telah cukup,
  2. Tidak terlalu muda (pucuk) atau terlalu  tua,
  3. Sebaiknya sebelum fase generatif; mendekati tanaman berbunga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s