Standar Mutu Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah


Balai Penelitian Tanah telah menyusun dasar perumusan Peraturan Menteri Pertanian No. 28/Permentan/SR.130/5/2009. Peraturan Menteri Pertanian tersebut berisi dasar hukum untuk melaksanakan pendaftaran, pengadaan, peredaran, penggunaan, dan pengawasan pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah. Pengadaan produk dapat berasal dari dalam dan luar negeri sesuai ketentuan yang berlaku. Bentuk pupuk yang diatur adalah padat (curah/remah, granul/pelet) dan cair/pasta, baik yang diperkaya dengan mikroba maupun yang alami.

Tujuan pengaturan ini agar pupuk organik, pupuk hayati atau pembenah tanah yang beredar di wilayah negara Republik Indonesia memenuhi standar mutu atau persyaratan teknis minimal dan efektif meningkatkan produktivitas tanah dan tanaman dan atau memperbaiki kualitas tanah.

Cara penerapan:

  1. Kualitas pupuk organik sangat tergantung bahan dasarnya, oleh karena itu mutunya sangat bervariasi. Kriteria mutu utama untuk pupuk organik adalah kadar C-organik dan C/N, untuk pupuk hayati adalah populasi dan aktivitas/fungsinya, sedangkan untuk pembenah tanah adalah bahan utama atau bahan aktifnya.
  2. Pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah yang telah memenuhi persyaratan mutu dapat dilanjutkan dengan uji efektivitas pada tanaman/tanah tertentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Efektivitas pupuk dinilai dengan cara membandingkan pupuk yang diuji dengan pupuk standar yang telah diketahui efektivitasnya. Suatu pupuk dikatakan efektif apabila respon pupuk tersebut nyata lebih tinggi dibandingkan pupuk standar atau dapat mengefisienkan dosis pupuk an-organik. Pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah yang telah memenuhi persyaratan mutu dan uji efektivitas akan mendapatkan nomor pendaftaran dari Pusat Perijinan dan Investasi, Departemen Pertanian dan telah mendapatkan legalitas untuk diedarkan di seluruh wilayah Indonesia.

Bacaan lanjut:

—–

Mutu pupuk ditentukan oleh bahan dasar dan teknologi pembuatan. Standar mutu sifatnya dinamis, dapat berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan teknologi yang tersedia. Nah kalau peraturan, ditentukan oleh kesepakatan para pihak yang terkait.  Fungsi dari peraturan selain membatasi atau mengatur mestinya juga memberi pengajaran, mendidik dan memajukan masyarakat. Sayangnya buku putih mengenai hal ini tidak tersedia.

One thought on “Standar Mutu Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s