Menyelamatkan Salak Pondoh


Untuk menyelamatkan nasib para petani salak pondoh di Sleman dan Magelang, pemerintah meluncurkan program cash for work. Dengan dana sekitar Rp 13 miliar, program tersebut bak kejar setoran, sebab tananam salak harus segera diselamatkan dalam 10-15 hari ini.

“Jika tidak, tanaman salak akan rusak, dan harus diganti dengan tanaman baru, sehingga untuk berproduksi akan membutuhkan waktu empat hingga lima tahun,” kata Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Soetrisno.

Dia mengatakan, ada sekitar 17 ribu orang yang akan dilibatkan dalam program tersebut, terdiri atas petani dan masyarakat. Sekitar 11 ribu orang di Magelang, selebihnya di Sleman. Mereka akan turun ke areal perkebunan salak untuk memotong daun dan pelepah salak yang rusak akibat abu vulkanis. “Jika pemotongan daun dan pelepah tersebut dapat dilakukan dalam waktu 10-15 hari, maka pohon-pohon salak tersebut akan terselamatkan dan bisa berproduksi lagi dalam waktu satu tahun,” jelas Soetrisno.

Seluruh pekerja, akan dilengkapi dengan sarung tangan dan sepatu khusus agar tidak tertusuk duri pohon salak serta alat semprot air. Selain memotong daun atau pelepah yang rusak, mereka juga akan menyemprotkan air ke tanaman salak untuk membersihkan abu vulkanis yang masih menempel, serta merajang daun atau pelepah sebagai bahan pembuatan kompos.

Sumber:

Rabu, 24 November 2010 pukul 10:29:00. Cash for Work untuk Salak Pondoh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s