Ilmu Tanah Bermanfaat


Situs “Ilmu Tanah Bermanfaat” ini dibuat sebagai dokumentasi pemikiran tertulis Prof. Tejoyuwono, agar mudah diakses dan lebih bermanfaat bagi generasi penerusnya. Sumber utama untuk situs ini adalah kumpulan makalah Seminar Nasional 70 Tahun Prof. Tejoyuwono yang diselenggarakan oleh Jurusan Tanah UGM di Yogyakarta pada tahun 2000.

Tejoyuwono (nama menurut kelahiran: R.M. Tejoyuwono Notohadiprawiro sekarang bernama K.P.H. Tejoyuwono Notohadikusumo, anugrah KGPAA Pakualam IX) kecil lahir di Yogyakarta, pada tanggal 29 November 1930. Dalam tubuhnya mengalir darah Jawa dari Ayah bernama Prof. R. Soeroso Notohadiprawiro dan Ibu R.Ay. Srisoetengsoe Tedjokoesoemo). Masa kecil Tejoyuwono banyak dilewati di Tejokusuman. Riwayat pendidikannya sangat panjang karena meliwati masa 3 jaman. Jaman Belanda pendidikannya dimulai dengan Taman Kanak-kanak Belanda (Frobelschool) Yogyakarta dari tahun 1935-1936), dilanjutkan Sekolah Dasar Belanda (Europese Lagere School B) Yogyakarta selama 2 tahun.

Akibat situasi perang, sekolah dasarnya dilanjutkan di Tasikmalaya (Europese Lagere School, Tasikmalaya) dan belum sempat tamat karena pendidikan dasar waktu itu berlangsung 7 tahun. Jaman Jepang beliau melanjutkan sekolah dasarnya tempuh di Sekolah Rakyat Sempurna (7 tahun) Keputran, Yogyakarta sampai tamat tahun 1943. Setelah lulus beliau melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama di SMP II, Yogyakarta selama setahun, kemudian pindah ke SMP Prapatan, Jakarta. Tahun 1945 keluarga Pak Tejo kembali ke Yogyakarta sehingga pendidikan SMP nya diselesaikan di SMP II. Yogyakarta tahun 1946. Tahun yang sama  beliau masuk di Sekolah Menengah Atas B Padmanaba, Yogyakarta. Sempat terputus satu tahun (1948-1949) karena Yogyakarta diduduki Belanda, kemudian dilanjutkan lagi hingga lulus tahun 1950. Setelah lulus SMA beliau melanjutkan ke Fakultas Pertanian dan Kehutanan UGM.

Tejoyuwono mendapatkan gelar Sarjana Muda (B.Sc.Agr.) dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada pada tahun 1955. Dua tahun kemudian beliau lulus Sarjana Pertanian pada bidang Ilmu Tanah dengan predikat Cumlaude. Dua puluh tiga tahun setelah beliau menyelesaikan Sarjananya, tepatnya pada tahun 1980, beliau menyelesaikan pendidikan S3-nya di UGM dengan judul disertasi “Suatu Hampiran Pedologi untuk Mengaji Pendamparan Dataran Bonorowo di Kedu Selatan, Jawa Tengah”. Promotor beliau pertama kali adalah Prof. Soegiman dan Co Promotornya Prof. R. Soeroso. Kedua promotor tersebut meninggal sebelum Pak Tejo menyelesaikan disertasi. Tidak tahu awal mulanya, IPB ternyata bersimpati kepada beliau sehingga atas usul Prof. Go Ban Hong ditetapkan Promotor  pengganti dari IPB yaitu Prof. Dr.Ir. A. Satari.

Tahun 1982 beliau mendapat pengakuan dan kepercayaan dari Pemerintah Republik Indonesia untuk kepakarannya pada Bidang Ilmu tanah dengan pencapaian gelar Profesornya. Pidato Pengukuhannya diucapkan di depan Sidang Senat Universitas Gadjah Mada pada tanggal 19 Oktober dengan judul “Tridarma Ilmu Tanah. Cita-cita dan Kenyataannya”.

Sebagai dosen Prof. Tejoyuwono telah menghasilkan berbagai tulisan untuk kepentingan Kuliah, Seminar, Lokakarya, Diskusi dan sebagainya. Hasil karya beliau tidak hanya dikenal di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Karangan-karangan yang berjumlah kurang lebih 260 buah menjangkau kurun waktu 1960 – 2000. Dari karangan yang ditulis pertama kali yang disampaikan pada tanggal 15 Desember 1960 di Akademi Pembangunan Nasional (APN), DPP – Urusan Veteran RI hingga karangan terakhir yang disampaikan pada tanggal 25 November 2000, kita berkesempatan untuk menelusuri pemikiran-pemikiran dan obsesi manusia Tejoyuwono.

Konfigurasi ilmu yang dicakup pada bidang pedologi, lahan kering, lahan basah, kesuburan tanah dan pemupukan, pengembangan dan pengelolaan sumberdaya lahan dan nuansa bahasanya mencerminkan perhatian Prof. Tejoyuwono tidak hanya di bidang Ilmu Tanah tetapi juga di bidang bahasa, yang pada gilirannya memunculkan pameo akan keahlian “sampingan” beliau dalam memahami aspek-aspek bahasa.

Sulit dibantah bahwa kajian-kajian beliau memberikan dampak yang luas di kalangan ilmuwan tanah, pemerhati lingkungan dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Dampak tersebut dapat terihat karena karangan-karangan Prof. Tejoyuwono selalu muncul dengan tema-tema baru yang belum diperhatikan oleh kolega-koleganya. Tejoyuwono mampu dengan tajam melihat masalah-masalah pokok tentang tanah, pendidikan, dan penelitian yang ada dan sekaligus memberikan cara-cara untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Pada umumnya beliau selalu ingin berpikir ke depan.

Kunjungi: Ilmu Tanah Bermanfaat

5 thoughts on “Ilmu Tanah Bermanfaat

    • Lha ya jelas to. Sopo sing gak kenal mbak Yu Siti sing lemu ginak-ginuk, githoke punuk … ning tandange trampil trengginas … mrantasi ! Apa dhisik tahu melu kuliahe Pak Tejo ?

  1. Megahi tenan .. lemu ning ra ginuk2 lo .. aku biyen melu dasar ilmu tanah di wulang pak tejo sepisan oi .. jempolku mengkeret ndak di takoni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s