Mengumpulkan bangkai-bangkai


Oleh: Nasih Widya Yuwono

Bangkai yang berserakan di atas lahan tentu menimbulkan pemandangan yang tidak sedap, aroma bau busuk yang menyengat, kerumunan lalat dan melahirkan belatung2 yang rakus mengoyak. Yang paling mengerikan, bangkai menjadi sarang pembiakan  mikrobia pathogen. Upaya menyingkirkan bangkai dari lingkungan secara sistematik dalam tempoh yang sesingkat-singkatnya diperlukan untuk mencegah ancaman terhadap kesehatan tersebut. Demikianlah cara pandang kebanyakan kita atas bangkai.

Warga dan prajurit membakar sapi yang mati akibat awan panas Gunung Merapi (Foto: okezon.com)

Saya ingin menunjukkan cara berpikir yang lain. Tahukah anda sisa hewan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik ?

Dengan menguraikan bangkai menjadi asam amino atau unsur hara terlarut, maka kita dapatkan pupuk organik hewani. Bangkai tersusun sebagian besar berupa air dan senyawa protein. Jika terurai, maka dihasilkan bahan yang kaya dengan unsur N (nitrogen). Unsur nitrogen inilah yang paling banyak diserap tanaman untuk pertumbuhannya.

Proses penguraian bangkai dapat dikerjakan secara mekanik (fisik), mikrobiologi, atau kimia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s